Kata Pengantar
Kalau Jumat minggu lalu kita ngobrol tentang "Naskah fiksi seperti
apa yang dicari oleh Stiletto Book?" Nah, sekarang di program "Bedah
Buku Stiletto Book" kita akan diskusi novel fiksi yang sudah terbit di
Stiletto Book. Bahan diskusi kita siang ini, yaitu:

Ditemenin sama penulisnya langsung, temen-temen boleh tanya apa
saja yang berhubungan dengan novel tersebut. Bisa ngasih kritik,
testimoni, atau mungkin bisa tanya proses kreatifnya penulis, ide
penulisan, bebas apa saja.
Nah buat yang belum baca novelnya, silakan bisa baca sinopsis dan juga resensi novel Dunia Trisa dari Majalah Chic di bawah ini.
Sinopsis:
Trisa, seorang wanita enerjik berumur 25 tahun, sangat terobsesi
menjadi akrtis terkenal. Sayangnya, dunia entertainment yang penuh
persaingan, seperti tidak memberinya kesempatan. Hal itu hampir
membuatnya frustrasi.
Status DO dari tempat kuliahnya sudah disandang sejak dia sibuk
casting dimana-mana. Hubungan rumitnya dengan tiga laki-laki semakin
membuat hidupnya kalang kabut. Bian, seorang vokalis band terkenal yang
menganggap Trisa sebagai cewek gampangan. Desta, sahabat setia sekaligus
orang yang mencintainya dengan tulus, didepaknya hanya karena Desta
bukan selebriti. Dan terakhir, Adam, manajernya sendiri. Hampir saja
Trisa memilih Adam, seandainya saja dia bukan pria yang dicintai Errie,
seorang sutradara yang akhirnya bisa mengangkat karirnya. Di tengah
masalah yang menimpanya, dia juga harus kehilangan sahabat terbaiknya.
Mampukah Trisa bertahan? Apakah Trisa bisa meraih semua mimpinya? Dan, siapakah sebenarnya pria yang mampu merebut hatinya?
Novel "Dunia Trisa" menjadi EDITOR’s CHOICE di rubrik MOST WANTED BOOK, Majalah CHIC No. 106 Edisi 11 – 25 Januari 2012.
Resensi di Majalah CHIC:
Janganlah pernah berhenti bermimpi, dan raihlah mimpi itu dengan
segala usaha. Trisa bercita-cita jadi aktris terkenal. Bukan hanya di
Indonesia, juga dunia. Tapi jalan menuju impiannya terhalang berbagai
peristiwa mengecewakan. Ia hanya dapat peran kecil. Kuliahnya
berantakan. Dijebak pula oleh lelaki yang menganggapnya perempuan
gampangan.
Ia dicap pemabuk dan perebut suami orang. Hubungannya dengan berbagai
pria juga kacau. Tapi ia tak pernah putus asa. Selalu bangkit kembali,
bahkan rela mulai dari nol lagi. Tapi sekuat apapun, daya tahan Trisa
sebagai manusia ada batasnya. Ide cerita biasa yang dikemas dalam
tulisan yang sangat menghibur. Cocok untuk bacaan saat liburan.
Yuk dimulai...
Stiletto Book: Nah silakan temen-temen bisa baca dokumen ini untuk
bahan diskusi. Admin Stiletto Book selama acara ini adalah Tikah Kumala.
Yuk dimulai saja. cc: Eva Sri Rahayu dan Herlina P Dewi
Yenny Natadipraja: idenya dapet darimana, mbak? Terus, lama pembuatan novelnya berapa lama?
Eva Sri Rahayu: Mau cerita sedikit tentang proses pembuatan novel
"Dunia Trisa" ini. 5 tahun lalu, saya bikin draft-nya. Tentang dunia
entertaint. Kenapa? karena saya suka dengan dunia hiburan, suka dengan
dunia panggung, akting, dan proses di balik layarnya.
Eva Sri Rahayu: pembuatan totalnya sih hanya 3 bulan. Tapi
penundaannya sampai 4 tahun. Waktu itu selain banyak kesibukan di
teater, saya kurang bahan untuk penulisannya
Yenny Natadipraja: Gimana cara membagi waktu antara pekerjaan kantor, kegiatan sehari2 dan pembuatan novelnya, mbak?
Eva Sri Rahayu: waktu nulis Trisa, Eva udah gak kerja, tapi jadi ibu
rumah tangga full. Nulis selalu malam hari, setelah anak tidur.
Kesulitan terbesar itu bukan writers block, waktu itu kesulitannya
adalah memulai menulis kembali. Karena sudah 4 tahun di pendem. Waktu
memulai nulis lagi canggung menyambungkan "Rasa" novel ini.
Elin Sylvania Ginting: Kak Eva salam kenal, kak . Boleh nanya? Dapat
ide untuk buat novel kayak gitu gimana? Trus pernah gak ngalamin Writing
Block's?
Yenny Natadipraja: Iya, mbak.. kalo lagi writers block, terus ngapain?
Eva Sri Rahayu: pernah mengalami writer block sebentar sih, tapi saya
mengatasinya dengan cara mendengarkan musik, dan menatap kalender
"Deadline" yang saya buat sendiri. Karena waktu itu pihak Stiletto Book
tidak memberi waktu deadline penyerahan naskah sewaktu lolos seleksi
pertama. Mbak Herlina P Dewi juga memberi semangat terus.
Yenny Natadipraja: bisa nulis novel, pake kursus dulu ato karena
sering baca novel2 yang lain, mbak Eva? (*Soalnya bikin konflik
ceritanya lebih complicated daripada nulis cerpen)
Eva Sri Rahayu:saya nulis novel gak pake kursus. Dari kecil memang
pengen jadi penulis, dan suka baca. Anehnya, saya suka banget bikin
cerita panjang dan konflik bertumpuk-tumpuk. Justru kesulitan bikin
cerpen yang lebih padat. Keasyikan menulis novel itu, kita bisa
menuliskan hal-hal kecil yang detil.
Yenny Natadipraja: oooh... Ic Ic.. (i see.. isee)
Yenny Natadipraja: judul novel pertamanya apa, mbak?
Fanny Yanuarika Saputri: I'm not an underdog, Mba Yenny Natadipraja ...
Fanny Yanuarika Saputri: itu judul novel Mba Eva Sri Rahayu yang pertama, Mba Yenny Natadipraja
Yenny Natadipraja: Kedepannya mbak Eva nulis novel apa? Apa skrg juga sedang membuat novel baru?
Fanny Yanuarika Saputri: idem sama Mba Yenny Natadipraja, lagi bikin novel baru kah, Mba Eva Sri Rahayu?
Eva Sri Rahayu: saat ini saya sedang membuat novel genre teenlit.
Tapi ceritanya dark gitu. Masalah yang diangkat itu psikologis. Teenlit
romance thriller. Semoga cepat rampung ya. Pengennya diterbitin Stiletto
Book lagi. Amin
Arni Susanti: mbak yenni, pertanyaannya lucu. bikin ngakak.com
Yenny Natadipraja: Maklum.. Baru kali ini jadi wartawan facebook! (dari tadi nanya2 terus! ;p)
Yenny Natadipraja: ada ritual rutinnya ga pas nulis? Misalnya; dengerin lagu, atau sambil ngemil..
Eva Sri Rahayu: ritual saya kalau sedang menulis adalah mendengar
playlist lagu yang sesuai dengan suasana yang ingin di bangun di dalam
novelnya.
Yenny Natadipraja: oohh.. kalo saya musti dengerin lagu AYUMI HAMASAKI dulu..tiap kali sedang menulis
Eva Sri Rahayu: Terimakasih untuk semua yang sudah ikutan diskusi di
sini. Untuk yang sudah baca "Dunia Trisa" minta testimoninya ya ^^
*tetep*
Yenny Natadipraja: Terima kasih juga buat mbak Eva Sri Rahayu &
Stiletto Book. Karena saya jadi tau garis besar cerita novel dunia
Trisa. Dan juga cakrawala saya jadi terbuka tentang proses kreatif &
suka dukanya seorang penulis novel.
End