Halaman

Sabtu, 15 Juni 2013

Aku dan Keajaiban Menulisku


Kalau pada awal tahun 2000-an menggambar komik/komikus merupakan profesi yang paling seksi dilakukan, maka pada awal tahun 2010, penulis adalah profesi yang paling seksi untuk dilakukan oleh banyak orang.
Bagi saya sendiri, talenta itu muncul secara tiba-tiba.  Yaitu, pada tahun 2006; ketika mendengarkan kaset khotbah Ibu Iin Cipto.  Salah satu ilustrasi khotbahnya, saya buat secara tertulis.  Ketika karangan cerita itu, yang berjudul; “Anak Ayam Jago” dilombakan di Gereja Bethel Palmerah.  Naskah tersebut menjadi juara pertamanya.
Setelah Facebook muncul, saya mengenal dan bergabung komunitas-komunitas penulis dunia maya.  Seperti; Belajar Menulis Gratis (BMG), Story lovers, Erin N’ Friends, Cerpenku, Komunitas Bacaan Anak, dan lain-lain.  Hal itu menyebabkan talenta menulis saya semakin meningkat, karena adanya tips-tips menulis yang teman-teman sharingkan dan kritik/saran membangun yang teman-teman tuliskan terhadap naskah karangan yang saya tampilkan. Rasanya  sungguh ajaib, bisa menjalin relasi dengan para penulis lain.  Entah itu dengan orang yang sudah berpengalaman; yang sudah terkenal;   orang yang baru belajar; maupun dengan penulis idola saya sendiri.  Dengan internet, jarak dan waktu tidak ada batasnya.
Eniwei, hal yang paling saya senangi dari Facebook (selain berjejaring) adalah; munculnya berbagai lomba atau audisi menulis.   Seperti tujuan tulisan ini dibuat, ialah untuk memenuhi audisi menulis yang diadakan oleh Afsoh Publisher. 
Dengan mengikuti lomba atau audisi menulis, saya telah ‘melahirkan’ tiga buah buku antologi.  Bagi saya, buku-buku antologi tersebut adalah suatu keajaiban menulis!  Rasanya ada kepuasan batin tak terkira, saat membaca tulisan sendiri yang dibukukan.    Yah.. siapa sih Yenny?  Saya sendiri tak menyangka bisa sampai menerbitkan buku.  Walau buku itu masih buku antologi yang ditulis beramai-ramai.  Namun rasanya sangat puas, karena tujuan akhir membuat buku antologi adalah; membuat buku solo.  Seperti boyband/girlband, yang mulanya nyanyi secara beramai-ramai, tapi ketika dirasa sudah mumpuni, salah satu personilnya akhirnya memilih solo karier.  
Demikianlah keajaiban menulis yang dapat saya sharingkan.  Sekian dan terima kasih. Yenny N.

1 komentar: